Oleh : Syai’un
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Allah menurunkan air dari langit. Mengatur segala tetesan dan intensitasnya agar bumi ini memiliki kehidupan. Seperti dalam surat Al-nahl ayat 65.
وَاللّهُ أَنزَلَ مِنَ الْسَّمَاء مَاء فَأَحْيَا بِهِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
“Dan Allah menurunkan air hujan itu dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati….”
Q.S An-nahl ayat 11
يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan”.
Dari ayat ini terdapat 2 kelompok, Pertama perkebunan. Zaitun, korma, anggur yang tumbuh di perkebunan tidak bisa tumbuh dengan sendirinya, yaitu harus ditanam oleh seorang petani, harus memiliki usaha untuk memeliharanya, agar terawat dan tumbuh dengan baik. Kedua, yaitu tanaman yang tidak memerlukan usaha untuk merawatnya, وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ.
Segala macam buah-buahan, dapat kita lihat di hutan liar. Hutan tak memerlukan petani agar dapat merawat segala jenis tanaman yang ada disana. Mereka tumbuh dengan sendirinya atas izin Allah SWT. Tanaman-tanaman atau segala macam buah-buahan yang ada disana tak memerlukan manusia agar tumbuh dengan baik. Allah menurunkan air untuk memberi kehidupan kepada makhluk dibumi ada yang dengan usaha kita, ada juga yang tidak memerlukan usaha kita.
Tetapi yang menarik yang ada disini adalah Q.S An-Nahl ayat 65 bukan membahas tentang air hujan yang turun dan memberikan kehidupan, hal itu merupakan tujuan yang kedua, dan tujuan pertamanya adalah deijelaskan pada ayat sebelumnya.
وَمَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلاَّ لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُواْ فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ﴿٦٤﴾
“Dan kami tidak menurunkan kitab Al-Qur’an ini kepadamu melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman.”
Ayat 64 “Allah menurunkan kitab dari langit, sedangkan ayat 65 “Allah menurunkan hujan”. Jika kita ingin memahami pengaruh kitab ini di bumi, maka kita harus memahami manfaat air untuk bumi. Apakah penting air untuk bumi? Ya, sangat penting, karena tanpa air bumi tak akan memiliki kehidupan didalamnya. Hal yang sangat essensial. Sama halnya denga kitab ini, Kitab ini memiliki kekuatan untuk kembali menghidupkan lagi hati seseorang . meski sudah ratusan tahun mati, meski sudah tak memiliki semangat. Seberapa burukpun keadaan umat saat ini, seberapa burukpun kondisi politik dunia. Biarpun moral seseorang sudah dapat dikatakan mati maka Al-Qur’an dapat memperbaiki semuanya.
Ketika hujan turun, ada 2 jenis tanaman. Ketika Dr Nouman Ali Khan membuat video motivasi, kemudian ada orang kristem melihatnya dan kemudian masuk Islam, dia juga sampaikan hal itu pada keluarganya, kemudian keluarganyapun masuk Islam, dan menjadi muslim. Hal itu merupakan gambaran bahwa Allah yang menanamkan iman pada hari seseorang. Kita hanya membuat sedikit pekerjaan untuk itu.
Ketika hujan,menjadi tugas kita untuk menyebarkan keseluruh belahan bumi, pastilah kita semua akan punah karena hal itu. Kitab Al-Qur’an turun kepada satu orang yaitu Nabi Muhammad Saw dan menyebarkannya, kemudian orang yang mendapatkannyapun harus menyebarkannya, kitalah yang harus menebarnya dengan baik apalagi pada tempat yang belum pernah terjangkau sebelunya. Hal ini yang membedakan hujan dan Al-Qur’an.
Upaya peradaban manusia pertama yang dilakukan adalah bertani, peradaban takan ada tanpa pertanian, bertani harus mengalirkan air agar dapat baik. Tanpa pertanian maka peradaban takan ada.jika kita tidak paham bagaimana caranya menyampaikan Al-Qur’an dengan baik, tidak paham caranya membina umat dengan baik, peradaban muslim akan hilang. Sama seperti umat-umat terdahulu, mereka hilang karena mereka berpaling atas tugas ini.
Kita tidak spesial tapi tugas inilah yang spesial. Allah tak butuh kita, kitalah yang butuh Allah, ketika  kita berpaling dari tugas ini, maka Allah akan mengganti kita, Karena Allah SWT ingin tugas ini selesai dengan baik.

*Artikel ini penyampaian ulang dengan bahasa penulis dari Dr. Nouman Ali Khan